Seandainya semua manusia adalah warna, mungkin akan damai walaupun sangatlah mustahil manusia dapat bersatu seperti warna. Warna hanyalah warna, tanpa pikiran, namun selalu dipikirkan. Sedikit sekali yang berfikir warna dapat hidup harmonis, hutan kita dibabat, udara kita diracuni, hanya warna hati masing-masing manusia yang dapat hidup, walaupun itu kotor sekalipun, tetap saja memberi warna pada lingkungan manusia hidup. Pertanyaannya, mampukah warna hati sesama manusia bersatu, dalam artian saling menerima. Lain lagi dengan pikiran yang selalu berwarna dengan mengikuti bentuk. Pikiran tanpa hati yang menerima warna hati sama saja seperti karya yang terlupakan bahkan terbuang.
Hati-hati lah menentukan warna, warna mewakili Tuhan. Tuhan selalu ingat dan tahu warna hati manusia, apakah itu berbanding terbalik?
Ditulis oleh : Aditya Nugraha
0 kritik maut:
Post a Comment