Mengayam ketiadaan
Wanita tanpa pakaian
Sangat kasihan
Memprihatinkan
Dalam air yang tenang
Jiwa – jiwa senang
Tariklah selalu ini benang
Jagalah terus itu gawang
Berharap selalu pada Tuhan
Membuat selalu tenang
Menangisi keadaan
Seperti menumbuhkan ilalang
Hati – hati yang sangat kuat
Tumbuh dengan cepat
Rasa ingin berbuat
Serta ingin taat
Patuhlah pada saatnya
Dimana dating kesempatan itu
Hanya tanah yang rasanya selalu setia
Berbeda dengan yang bernama hati batu
Tariklah simpul yang ada di hadapan jadi kan itu sebuah peringatan akan kebinasaan,
Bukan untuk sekarang, tapi nanti saat ajal menjemput
Hari itu semuanya akan kaget melihat keadaan pada diri sendiri
Setelah kematian datang, nyawa tetaplah nyawa
Akan hidup selama-lamanya di alam yang siapa pun masih samar samar melihatnya
Hanya Tuhan yang tahu, semua yang lain hanya dapat menerka-nerka.
Ditulis oleh Aditya Nugraha
0 kritik maut:
Post a Comment